Rabu, 09 Mei 2012
senyum di semangkok mi ayam
masih dalam rangka LCT(lowcosttraveller), makan juga harus di setel yang nyeni tapi murah. Lucky Plaza barangkali punya pilihan paling variatif, dan makanan yang cukup oke. Di Lucky ada aneka jenis makanan yang oke, kata Richard yang sudah bolak balik ke foodcourt di Lucky, Mixed Vege Rice, dan stall di sbeelah mixed vege itu punya rasa yang ok. Hari ini kami kesana, sayangnya kami sampai disana sekitar pukul 10 kurang-kurang dikit. Jam-jam dimana mostly stall di Foodcourt itu udah tutup, dan walhasil cuma ada sedikit stall yang tersisa buat dipilih.
Karena Fish&Chips dirasa kurang SG, Nasi Padang terlalu Indo, dan Makanan Jepang-Korea ada trauma dalam benak saya, maka pilihan jatuh pada noodle stall, singaporean noodle stall mungkin. Entah kenapa, Richard, Yogi, dan Rivan juga memilih hidangan yang sama.
Rasanya? beh, mau dari pork, beef, sampai chicken punya olahan yang oke. Ini bener-bener jenis baru dari Mi yang sangat baru buat saya, ada teri, kuahnya pas, terus mi nya gurih, plus taburan berambang goreng. Pokoke mak nyuss!
Udah gitu harganya sangat bersahabat, SGD4,5. lebih murah dari double cheese burger mcd yang 5,25SGD.
Saya, Rivan, dan Richard mungkin nggak menemui masalah yang cukup serius dalam acara makan ini, satu-satunya kesan ya cuma keenakan sampe kayak mau masuk surga :p. Sungguh deh, kalian harus coba Ban Mai Noodle Stall, di depan drink kiosk.
Nah pas giliran Yogi melakukan Payment, si sellernya kebanyakan ngasih uang kembalian. Seller nya Chinese Man gitu, just like the other singaporean, mereka ndak terlalu friendly, terutama sama foreign. Tapi ada mimik muka yang berubah perlahan dalam proses transaksi nya Yogi. Awalnya waktu Yogi explain kalo dia kelebihan ngasih kembalian, mr seller masih pasang muka asem(standart singapore, keculai di visitor center) sambil sok mikir, tapi later waktu di realize kalo dia bikin salah, dia mengucpakan terimakasih(pake senyum yang hilarious sekali) dan itu sangat jarang saya lihat dalam hubungan penjual-pembeli, terutama di food stall macam itu.
Well, satu dollar saya yakin bukan nilai yang begitu besar buat kebanyakan orang sini, tapi kejujuran yang dibawa Yogi nunjukin, kalau orang respek bukan karena jumlah yang kita punya/kasih, atau seberapa gede sih impact kita buat hidup dia. Senyum yang tulus gitu bisa muncul dari sikap yang biasa, jujur, kayak Yogi.
Hal kecil yang merubah senyum asem kebanyakan tukang mie, jadi semanis Coca-cola.
well done yog!
Karena Fish&Chips dirasa kurang SG, Nasi Padang terlalu Indo, dan Makanan Jepang-Korea ada trauma dalam benak saya, maka pilihan jatuh pada noodle stall, singaporean noodle stall mungkin. Entah kenapa, Richard, Yogi, dan Rivan juga memilih hidangan yang sama.
Rasanya? beh, mau dari pork, beef, sampai chicken punya olahan yang oke. Ini bener-bener jenis baru dari Mi yang sangat baru buat saya, ada teri, kuahnya pas, terus mi nya gurih, plus taburan berambang goreng. Pokoke mak nyuss!
Udah gitu harganya sangat bersahabat, SGD4,5. lebih murah dari double cheese burger mcd yang 5,25SGD.
Saya, Rivan, dan Richard mungkin nggak menemui masalah yang cukup serius dalam acara makan ini, satu-satunya kesan ya cuma keenakan sampe kayak mau masuk surga :p. Sungguh deh, kalian harus coba Ban Mai Noodle Stall, di depan drink kiosk.
Nah pas giliran Yogi melakukan Payment, si sellernya kebanyakan ngasih uang kembalian. Seller nya Chinese Man gitu, just like the other singaporean, mereka ndak terlalu friendly, terutama sama foreign. Tapi ada mimik muka yang berubah perlahan dalam proses transaksi nya Yogi. Awalnya waktu Yogi explain kalo dia kelebihan ngasih kembalian, mr seller masih pasang muka asem(standart singapore, keculai di visitor center) sambil sok mikir, tapi later waktu di realize kalo dia bikin salah, dia mengucpakan terimakasih(pake senyum yang hilarious sekali) dan itu sangat jarang saya lihat dalam hubungan penjual-pembeli, terutama di food stall macam itu.
Well, satu dollar saya yakin bukan nilai yang begitu besar buat kebanyakan orang sini, tapi kejujuran yang dibawa Yogi nunjukin, kalau orang respek bukan karena jumlah yang kita punya/kasih, atau seberapa gede sih impact kita buat hidup dia. Senyum yang tulus gitu bisa muncul dari sikap yang biasa, jujur, kayak Yogi.
Hal kecil yang merubah senyum asem kebanyakan tukang mie, jadi semanis Coca-cola.
well done yog!
Selasa, 08 Mei 2012
SG-1
Halo, selamat malam, dari kawasan china town saya menulis review jalan kaki panjang satu hari ini.
Saya, Rivan, serta Yogi memulai semuanya dari adisucipto(baca:embarkasi). Lalu mendarat di T1 Changi, dan nyambung langsung pakai MRT ke China Town. Karena kami tiba pukul sebelas siang, kami banyak menghabiskan waktu disini dengan rada tidak ceta, maklum, traveller dadakan. Jadi seharian ini kami lebih banyak menjelajahi mal-mal seputaran Orchard road, sebuah rute perjalanan yang tidak di rekomendasikan buat low budget traveller(lantas kenapa kami kesana -_-)
Satu yang sangat remarkable dari kunjungan hari ini adalah Singapore Visitor Center. Sekedar info, kami akan melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur lewat jalur darat. Tentu itu sebuah travel way yang cukup asing buat kami. Berbekal keberanian tingkat macan, dan koneksi internet, kami sempat broswing kesana kemari buat mencari info apa-apa yang bisa ditempuh untuk ke KL dengan harga murah, dan aman.
Sayangnya, koneksi internet dan keberanian tingkat macan jauh dari cukup, pepatah bilang "malu bertanya sesat di jalan" Maka kami mencoba berani bertanya(dengan bahasa inggris a'la jawa-cirebon) ternyata keberanian itu terbayar lunas.
Kalian yang pernah ke singapore sebaiknya berani deh masuk visitor center di Orchard, atau di Changi. Kenapa? Nomer satu, GRATIS :P, nomer dua, info yang kamu minta, mereka bakalan kasih dengan baik. Mereka gak tahu semua yang mau kamu tanyakan, tapi mereka punya sistem yang buat mereka able buat jawab pertanyaan mu. Bayangin aja, kami tanya dari rute MRT(sebenernya nyari sendiri bisa), counter nike terdekat, queensway-mall, bus ke Kuala Lumpur, how to get to JB(johor Baru, Malaysia), apa aja di bantu buat di cari jawabannya. Dan memuaskan sekali over all.
Tapi tanya tinggal lah tanya, alih-alih mau mulai perjalanan ke Queens, malah kami menghabiskan lebih banyak waktu di Orchard, dan Marina Bay. tapi good enough kok. Cuma sungguh, Matahari di sini bersinar seperti Melbourne, sampai jam 7 senja nggak kunjung tiba, membuat kami merasa selalu berada di jam 4 sore, dan akhirnya kami menghabiskan cukup banyak waktu kami.
Oh iya, hari ini nggak sengaja kami juga bertemu sepuluh teman yang sudah berangkat ke singapore hari minggu lalu, ada adiel, ricat leonardo, harihiro, berto, cd, mbing, daniel andry, niki, william, plus aan, walk along marina bay, dan orchard (lagi) juga riverside dekat clarke quay. Perjalanan mbundet yang membuat kaki kami hampir mecotot. sungguh melelahkan.
bicara kaki yang hampir mecotot, saya jadi inget kalo visitor center di sg punya fasilitas pijat gratis, rasanya kami akan kesana besok untuk reparasi kaki.
Besok 10 teman akan terbang ke malaya, well, sampai jumpa tanggal 11
Saya, Rivan, serta Yogi memulai semuanya dari adisucipto(baca:embarkasi). Lalu mendarat di T1 Changi, dan nyambung langsung pakai MRT ke China Town. Karena kami tiba pukul sebelas siang, kami banyak menghabiskan waktu disini dengan rada tidak ceta, maklum, traveller dadakan. Jadi seharian ini kami lebih banyak menjelajahi mal-mal seputaran Orchard road, sebuah rute perjalanan yang tidak di rekomendasikan buat low budget traveller(lantas kenapa kami kesana -_-)
Satu yang sangat remarkable dari kunjungan hari ini adalah Singapore Visitor Center. Sekedar info, kami akan melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur lewat jalur darat. Tentu itu sebuah travel way yang cukup asing buat kami. Berbekal keberanian tingkat macan, dan koneksi internet, kami sempat broswing kesana kemari buat mencari info apa-apa yang bisa ditempuh untuk ke KL dengan harga murah, dan aman.
Sayangnya, koneksi internet dan keberanian tingkat macan jauh dari cukup, pepatah bilang "malu bertanya sesat di jalan" Maka kami mencoba berani bertanya(dengan bahasa inggris a'la jawa-cirebon) ternyata keberanian itu terbayar lunas.
Kalian yang pernah ke singapore sebaiknya berani deh masuk visitor center di Orchard, atau di Changi. Kenapa? Nomer satu, GRATIS :P, nomer dua, info yang kamu minta, mereka bakalan kasih dengan baik. Mereka gak tahu semua yang mau kamu tanyakan, tapi mereka punya sistem yang buat mereka able buat jawab pertanyaan mu. Bayangin aja, kami tanya dari rute MRT(sebenernya nyari sendiri bisa), counter nike terdekat, queensway-mall, bus ke Kuala Lumpur, how to get to JB(johor Baru, Malaysia), apa aja di bantu buat di cari jawabannya. Dan memuaskan sekali over all.
Tapi tanya tinggal lah tanya, alih-alih mau mulai perjalanan ke Queens, malah kami menghabiskan lebih banyak waktu di Orchard, dan Marina Bay. tapi good enough kok. Cuma sungguh, Matahari di sini bersinar seperti Melbourne, sampai jam 7 senja nggak kunjung tiba, membuat kami merasa selalu berada di jam 4 sore, dan akhirnya kami menghabiskan cukup banyak waktu kami.
Oh iya, hari ini nggak sengaja kami juga bertemu sepuluh teman yang sudah berangkat ke singapore hari minggu lalu, ada adiel, ricat leonardo, harihiro, berto, cd, mbing, daniel andry, niki, william, plus aan, walk along marina bay, dan orchard (lagi) juga riverside dekat clarke quay. Perjalanan mbundet yang membuat kaki kami hampir mecotot. sungguh melelahkan.
bicara kaki yang hampir mecotot, saya jadi inget kalo visitor center di sg punya fasilitas pijat gratis, rasanya kami akan kesana besok untuk reparasi kaki.
Besok 10 teman akan terbang ke malaya, well, sampai jumpa tanggal 11
embarkasi
berangkat lewat international hub dari jogja adalah pengalaman yang sama sekali baru. adisucipto memang bukan airprt yang cukup besar, tapi karena ukurannya yang pas-pasan menjadikan keberangkatan internasional di JOG terasa cukup bersahaja, gambarannya seperti ruang tunggu airpot tahun 60an, quiet dan gak banyak hiburan selain lalu lalang pesawat yang datang dan pergi.
Tentu waktu mendarat di changis emuanya berebda sekali, dari airport tradisional di Yogyakarta, mendarat di bandara ultra-modern asia tenggara, airport yang dimana-mana pating jementrek airbus 80(first double decker aircraft carrier)
Travelling ke singapore tidak pernah menyeramkan kok, petugas imigrasinya cukup ramah, dan gak ada keribetan alias keruwetan yang dihadapkan pada kami. satu-satunya hal kurang ok cuma teman-teman ICAA salah menyebut nama saya, wira adi, jadi wirahdi. Penerbangan bersama air asia indonesia juga terbilang sangat on time, dan yang pali g mengejutkan, nggak ada pemeriksaan bagasi-barang-barang bawaan masuk ke singapura. Hal yang sangat berbeda dengan apa yang sering saya hadapi di jakarta, dimana penerbangan internasioal punya pengamanan berlapis yang menyebalkan. Di Singapore, they let you go gitu aja, cukup menghemat waktu.
well, embarkasi yang baik, semoga jadi awal yang baik dari perjalanan panjang ini.
Tentu waktu mendarat di changis emuanya berebda sekali, dari airport tradisional di Yogyakarta, mendarat di bandara ultra-modern asia tenggara, airport yang dimana-mana pating jementrek airbus 80(first double decker aircraft carrier)
Travelling ke singapore tidak pernah menyeramkan kok, petugas imigrasinya cukup ramah, dan gak ada keribetan alias keruwetan yang dihadapkan pada kami. satu-satunya hal kurang ok cuma teman-teman ICAA salah menyebut nama saya, wira adi, jadi wirahdi. Penerbangan bersama air asia indonesia juga terbilang sangat on time, dan yang pali g mengejutkan, nggak ada pemeriksaan bagasi-barang-barang bawaan masuk ke singapura. Hal yang sangat berbeda dengan apa yang sering saya hadapi di jakarta, dimana penerbangan internasioal punya pengamanan berlapis yang menyebalkan. Di Singapore, they let you go gitu aja, cukup menghemat waktu.
well, embarkasi yang baik, semoga jadi awal yang baik dari perjalanan panjang ini.
Blue Baby Blues
selamat malam semuanya, 7 mei 2012, di sekitaran rumah saya(yang sangat berisik meski sudah mendekati midnight) lagu-lagu blues dari "tetangga" masih berkumandang dengan sangat meriah, entah kenapa gak ada feel sama sekali dari saya buat mendengarkan musik blues ini, tiap malam hampir sama.
yaa, beberapa jam lagi saya bersama yogi dan rivan bakalan fly aboard ke singapura, sebenernya feeling sedikit aneh, karena pasca aussie 2003, ini bakalan jadi perjalanan pertama saya lewat perbatasan tanpa keluarga, atau orang yang lebih dewasa. ada apa ya, rasa deg-degan yang campur samar-samar dengan rasa sorrow yang gede, saya teringat cerita papa tentang kakak sulung saya kala ke hongkong pertama kali medio akhir 80an, tiba di bandara, kata papa dia lebih mirip tikus clurut. singkatnya seperti anak ilang. well, will it happen to me tomorrow? hehehe
singapura sebenernya bukan negara yang begitu susah buat di jelajahi atau di jangkau, sistem transportnya yang integrated, plus jumlah orang Indonesia yang cukup besar disana rasanya sangat membantu, kalau pun gak banyak orang Indonesia, tetep aja renang ke batam rasanya ga jauh :p
Masih diiringi blues, yang entah kenapa memainkan lagu "iwak peyek" mungkin mereka bener-bener feelin blue ya, sampai tersesat main iwak peyek dengan gitar hollow body.
well, kadang lucu, beberapa kali saya terbang, nggak pernah ngerasa deg-degan sampai sebegininya, even australia dimana ada lebih banyak kanguru, dan koala(ora ono hubungane) kali ini cuma 2 jam penerbangan, rasanya kayak mau terbang ke alaska. mungkin itu yang namanya adventure ya, ada banyak insight baru yang seru, dan sentimental.
ngomong sentimental, ada beberapa super stuff yang saya bawa dalam penerbangan kali ini. biasanya saya ke jakarta bawa barang-barang "aneh" titipan kakak perempuan saya, kali ini saya terbang lintas negara membawa aneka keripik dari peyek kacang, sampai ampyang, dan grubi, oh ya, ada juga permen jahe, sama wedang sekoteng. semakin menambah rekor barang aneh yang saya bawa terbang, menyusul sapu, dan cobek(dua-duanya pernah saya bawa ke kabin pesawat buat terbang, serius)
yap, tetap ada barang aneh, tetap ada gelang karet di tangan kiri, dan besok akan tetap menapakkan kaki kiri duluan sambil ngosek tanah sebelum naik tangga pesawat. dan semoga semua tetap baik-baik saja.
simak lanjutan petualangan aneh kami di singapura di blog saya, dan yang mendadak butuh bisa mention.
sampai jumpa di negeri singa!
7mei012
theodore
yaa, beberapa jam lagi saya bersama yogi dan rivan bakalan fly aboard ke singapura, sebenernya feeling sedikit aneh, karena pasca aussie 2003, ini bakalan jadi perjalanan pertama saya lewat perbatasan tanpa keluarga, atau orang yang lebih dewasa. ada apa ya, rasa deg-degan yang campur samar-samar dengan rasa sorrow yang gede, saya teringat cerita papa tentang kakak sulung saya kala ke hongkong pertama kali medio akhir 80an, tiba di bandara, kata papa dia lebih mirip tikus clurut. singkatnya seperti anak ilang. well, will it happen to me tomorrow? hehehe
singapura sebenernya bukan negara yang begitu susah buat di jelajahi atau di jangkau, sistem transportnya yang integrated, plus jumlah orang Indonesia yang cukup besar disana rasanya sangat membantu, kalau pun gak banyak orang Indonesia, tetep aja renang ke batam rasanya ga jauh :p
Masih diiringi blues, yang entah kenapa memainkan lagu "iwak peyek" mungkin mereka bener-bener feelin blue ya, sampai tersesat main iwak peyek dengan gitar hollow body.
well, kadang lucu, beberapa kali saya terbang, nggak pernah ngerasa deg-degan sampai sebegininya, even australia dimana ada lebih banyak kanguru, dan koala(ora ono hubungane) kali ini cuma 2 jam penerbangan, rasanya kayak mau terbang ke alaska. mungkin itu yang namanya adventure ya, ada banyak insight baru yang seru, dan sentimental.
ngomong sentimental, ada beberapa super stuff yang saya bawa dalam penerbangan kali ini. biasanya saya ke jakarta bawa barang-barang "aneh" titipan kakak perempuan saya, kali ini saya terbang lintas negara membawa aneka keripik dari peyek kacang, sampai ampyang, dan grubi, oh ya, ada juga permen jahe, sama wedang sekoteng. semakin menambah rekor barang aneh yang saya bawa terbang, menyusul sapu, dan cobek(dua-duanya pernah saya bawa ke kabin pesawat buat terbang, serius)
yap, tetap ada barang aneh, tetap ada gelang karet di tangan kiri, dan besok akan tetap menapakkan kaki kiri duluan sambil ngosek tanah sebelum naik tangga pesawat. dan semoga semua tetap baik-baik saja.
simak lanjutan petualangan aneh kami di singapura di blog saya, dan yang mendadak butuh bisa mention.
sampai jumpa di negeri singa!
7mei012
theodore
Langganan:
Postingan (Atom)